Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Motor Bekas agar Tidak Menyesal (ala Polisi)


Memiliki motor baru adalah impian banyak orang sebagai alat untuk beraktivitas. Tapi sayang mahalnya harga motor baru membuat orang ragu karena keterbatasan dana. Salah satu cara yakni membeli motor bekas.


Namun semakin maraknya motor bekas di Indonesia menimbulkan keraguan calon pembeli. Soalnya tidak sedikit yang khawatir akan kualitas motor bekas.


Nah, agar tidak tertipu, kami ingin menyampaikan 12 tips ala polisi untuk memilih motor bekas terbaik. Jadi jangan asal beli ya. 


Berikut tips yang disebar Divisi Humas Polri.


1. Cek harga pasaran


Sebelum anda melakukan pencarian motor bekas yang akan anda beli, sebaiknya lakukan cek harga motor di pasaran terlebih dahulu baik dari koran, majalah atau mungkin bisa juga dari menu pabrikan di situs online penjual motor.


2. Cek nomor rangka dan mesin motor


Periksa nomor rangka dan mesin motor, lalu sesuaikan dengan nomor rangka serta nomor mesin yang tertera pada STNK maupun BPKB. Apabila sama belum tentu motor tersebut asli, Perhatikan lebih jelas apakah nomor rangka & mesin motor adalah asli dan bukan ketokan kasar (biasa penjual atau penadah motor curian mengubah nomor rangka dan mesin dengan cara di ketok).


Cek nomor polisi ke SMS layanan Polisi. caranya : ketik: Metro(spasi)nomor polisi. Contoh : Metro B8118HJ Kirim ke 1717 (Hanya untuk wilayah Jakarta)


Atau untuk wilayah Jawa Timur, silakan anda ketik : JATIM L4444LY kirim ke 1717. Anda akan segera dikirimi balasannya.


3. Cek kondisi fisik


Periksa kondisi bodi, spion, baut, dan lain sebagainya, apakah terlihat banyak goresan, kondisi retak ataupun pecah. Usahakan juga akan lebih baik jika semua yang menempel pada motor adalah parts orisinil.


4. Cek kondisi oli motor


Usahakan buka dan ukur oli yang ada di dalam mesin. Pastikan ukuran oli tidak berlebihan, karena oli yang berlebih akan membuat suara mesin menjadi lebih halus, sehingga dapat menyembunyikan suara asli motor yang mungkin berbunyi kasar atau berisik.


5. Cek speedometer


Pastikan agar tidak ada retak atau adanya bekas pembongkaran. Lihat jumlah berapa km yang telah ditempuh oleh motor tersebut. Jika diatas 20.000 km maka dapat dipastikan akan banyak sekali komponen mesin yang akan segera Anda diganti. Tentunya akan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.


6. Hidupkan mesin motor


Coba hidupkan mesin motor tersebut, apakah bisa stationer atau langsam. Karena kondisi pada mesin yang tidak bermasalah dapat langsam pada putaran kurang lebih 1.500 rpm. Serta pastikan juga bahwa tidak ada bunyi-bunyian yang kasar di dalam mesin.


7. Cek perpindahan gigi


Jalankan kendaraan dan perhatikan posisi perpindahan gigi apakah terasa sulit atau tidak. Apabila terasa sulit berarti menandakan kampas kopling motor tersebut akan segera habis. Satu lagi yang perlu diperhatikan juga adalah, jika terdengar suara mendesir pada saat motor berjalan. Kemungkinan besar gigi primer dari motor tersebut akan segera habis.


8. Cek rangka atau sasis motor


Perhatikan kelurusan roda motor depan dan belakang, dan pastikan bahwa rangka atau sasis motor tersebut tidak ada kebengkokkan. Jalankan sekitar 40km/jam dan tekan rem sedikit mendadak untuk pastikan motor tidak sulit dikendalikan. Hal ini berguna untuk mendeteksi lurusnya sasis dan poros setang atau setir.


9. Cek kebocoran


Usahakan Anda dapat mencoba jalankan motor lebih lama, dan setelah motor dijalankan kurang lebih sekitar 500meter. Perhatikan apakah terlihat adanya oli yang bocor melalui sela-sela mesin. Atau adanya air radiator bocor bagi motor yang menggunakan radiator.


10. Cek kondisi kelistrikan


Periksa juga kelistrikan dan lampu-lampu seperti lampu motor depan, lampu sein, lampu rem belakang, klakson, lampu speedometer, atau elektrik stater motor. Apabila semua berfungsi atau hidup, berarti tidak ada kerusakan pada komponen dan kondisi aki motor tidak ada permasalahan.


11. Cek kondisi roda


Lakukan pengecekan terhadap kondisi Roda. Bagaimana kelurusan antara roda depan dengan roda belakang, hal ini untuk meyakinkan bahwa chasis atau rangka tidak membengkok,motor yang mengalami jatuh atau benturan keras bisa menyebabkan kebengkokan pada chasis.


12. Kalau bisa cobalah test ride


Mintalah kepada si penjual agar anda bisa mencoba mengendarai motor tersebut. Anda tentu akan bisa merasakan apakah motor tersebut ada kelainan atau tidak pada handling atau pada akselerasinya, dll.


Itulah beberapa tips untuk memilih motor bekas. Jangan lupa sesuaikan harga yang ditawarkan oleh penjual dengan kondisi motor yang akan dijual tersebut. Karena setiap motor tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.



Source : https://oto.detik.com/tips-and-tricks-motor/d-2264414/12-cara-jitu-membeli-motor-bekas-ala-polisi


Tips Merawat Kendaraan Sepeda Motor, untuk Segala Jenis Kendaraan


Motor menjadi moda transportasi yang lebih lincah dibandingkan dengan mobil karena mampu menerjang kemacetan dan lebih efisien digunakan untuk keperluan jarak dekat. Tak jarang juga bagi Anda yang sudah memiliki mobil tetap melengkapi isi garasi Anda dengan memiliki motor. Seperti halnya jenis alat transportasi lain, merawat motor juga harus dilakukan dengan baik agar performanya tidak mengalami penurunan.


Sayangnya masih ada banyak pemilik motor yang hanya tahu cara mengendarainya tanpa tahu bagaimana cara merawatnya. Demi menjaga motor selalu siap dalam segala situasi dan kondisi, berikut beberapa tips merawat motor yang benar:


Jangan Lupa Untuk Memanaskan Mesin Setiap Akan Digunakan


Cara merawat motor pertama sekaligus yang paling gampang dilakukan demi menjaga performa motor adalah ddengan memanaskan mesin sesaat sebelum digunakan. Biasanya, cara ini dilakukan ketika pagi hari, tepat setelah semalaman mesin motor dalam keadaan mati.

Pastikan Anda memanaskan mesin motor tidak lebih dari lima menit. Sebab, jika dilakukan berlebihan hanya akan membuang bahan bakar motor secara sia-sia. Cukup sekitar lima menit saja, dipastikan mesin motor akan terasa hangat. Kemudian, biarkan suhu tersebut meningkat perlahan secara alami. Hal sederhana seperti inilah yang bisa membantu motor Anda jadi lebih awet.


Begitu juga bila motor tidak digunakan, memanaskan mesin juga perlu dilakukan. Selain menjagaa performa, juga akan membuat aki motor berumur panjang.


Menggunakan BBM Tinggi Oktan


Beberapa produk motor keluaran terbaru, mesin yang digunakan telah dirancang sedemikian rupa dengan teknologi injeksi yang hemat bahan bakar. Supaya sistem satu ini mampu bekerja sebagaimana fungsinya, Anda disarankan untuk menggunakan bahan bakar dengan oktan di atas 90. Terutama untuk motor jenis sport.

Salah satu BBM terbaik yang dapat dipilih adalah Pertamax Turbo. Produk BBM terbaik dari Pertamina ini memiliki nilai oktan sebesar 98. Jadi jangan heran, jika BBM ini mampu melakukan pembakaran mesin secara sempurna dan tidak menyisakan kerak apapun di area injector.


Harga Pertamax Turbo memang sedikit lebih tinggi dibanding beberapa jenis BBM lainya, yaitu sekitar Rp 11.200 hingga Rp 12.200 per liter. Tetapi jika Anda bandingkan dengan manfaat yang didapat, harganya akan menjadi murah. Dengan performa motor yang terjaga, Anda akan menghemat biaya service. Anda dapat mengunduh aplikasi MyPertamina di smartphone untuk mengetahui bahan bakar berkualitas lainnya dari Pertamina.


Bersihkan Motor Secara Berkala
Cara merawat motor selanjutnya adalah membersihkan secara berkala, baik dicuci menggunakan air atau sekadar di lap dengan kain basah. Tentu saja, pembersihan seperti ini bukan hanya untuk menjaga penampilan motor supaya enak dipandang saja. Melainkan juga membersihkan kotoran yang bisa jadi menempel di area mesin ataupun kanvas rem.


Saat mencuci motor, Anda disarankan untuk menggunakan shampo khusus supaya hasilnya maksimal. Tak hanya itu, pastikan menyemprotkan air dengan kencang di bagian yang berdebu supaya tidak meninggalkan goresan ketika digosok. Pada bagian roda, bersihkan dengan sikat ekstra lembut seperti sikat gigi supaya mampu menjangkau area atau celah kecil di sekitarnya.


Jangan lupa juga untuk selalu mencuci motor setelah diguyur air hujan. Pasalnya, air hujan bersifat asam yang bisa memicu karat sehingga area yang bermaterial besi lebih cepat keropos. Setelah dicuci bersih, keringkan seluruh bagian motor supaya tidak meninggalkan bercak putih. Lapisi juga dengan cairan silikon agar tampak lebih mengilap.


Jangan Biarkan Motor Terkena Paparan Sinar Matahari Langsung


Ketahuilah, paparan sinar matahari yang terus-menerus bisa memicu terjadinya retakan di area kaca speedometer motor. Bukan itu saja, sinar matahari langsung juga bisa mengubah warna body motor jadi cepat pudar dan kusam. Oleh sebab itu, usahakan mencari lahan parkir yang teduh atau tutup dengan kain supaya motor kesayangan Anda terlindungi dari paparan UV.

Itulah tadi beberapa cara sederhana yang bisa Anda terapkan untuk merawat motor. Percayalah, perawatan rutin bisa membuat tampilan motor kesayangan jadi lebih tahan lama, mesin tidak gampang mengalami kerusakan dan performanya terjaga.



Source : https://mypertamina.id/apa-pun-jenis-motornya-berikut-tips-dasar-merawat-motor-yang-harus-anda-lakukan


Resume Jurnal 'Penentuan Strategi Pemasaran Produk ‘Darma Karya’ Dengan Menggunakan Anlisis Grand Matrix SWOT' , Penulis Nur Feriyanto



Judul Jurnal                 :

 

Penentuan Strategi Pemasaran Produk ‘Darma Karya’ Dengan  Menggunakan Anlisis Grand Matrix SWOT

 

Penulis                        : Nur Feriyanto

Nama Jurnal                : AJIE - Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship

Tahun Jurnal                : January 2017

Halaman                      : 44-57 (15 Halaman)

Identitas Jurnal           : e-ISSN: 2477- 0574 ; p-ISSN: 2477-3824, Vol. 02, No. 01

 

Abstrak                       :

            Bisnis yang dilakukan oleh Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sudah banyak mengisi kegiatan ekonomi baik di daerah maupun nasional. Stakeholder perekonomian di daerah sangat berharap bahwa UMKM tersebut dapat terus berkembang sehingga menjadi salah satu solusi bagi persoalan pengurangan pengangguran dan pengembangan usaha rakyat di daerah. Kelompok Makanan Olahan Darma Karya di desa Harjobinangun, Pakem, Sleman, DIY adalah salah satu kelompok usaha yang berada di bawah pembinaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Indonesia (DPPM UII). Perkembangan kelompok usaha ini cukup maju tetapi masih harus dibina mengingat persaingan bisnis sangat ketat, sehingga bisnis ini dapat terus mengembangkan usahanya dan dapat lebih berperan dalam perekonomian khususnya di Kabupaten Sleman. Penentuan strategi pemasaran yang tepat menjadi salah satu upaya yang dilakukan ahli ekonomi dan manajemen di DPPM UII dalam membina kelompok usaha Darma Karya ini. Penentuan strategi pemasaran menggunakan Grand Matrix SWOT.

 

Resume Jurnal                      :


 

LATAR BELAKANG

            UMKM telah terbukti menjad salah satu jenis usaha yang mampu bertahan dan terus berkembang dalam kondisi ekonomi yang sulit. Hal ini didasari oleh kemampuan usaha tersebut bersikap dalam kondisi ekonomi yang berubah karena dimilikinya sifat yang fleksibel. Di samping itu usaha khususnya mikro dan kecil telah mampu menjadi salah satu solusi yang efektif bagi daerah dalam menanggulangi persoalan pengangguran. Makanan olahan            menjadi suatu produk yang sangat tinggi peminatnya untuk dijadikan sebuah usaha terutama bagi masyarakat pendesaan, karena di samping memiliki waktu luang untuk bekerja, usaha ini juga sangat potensial untuk berkembang mengingat pasar (konsumen) yang terus berkembang.

            Lembaga-lembaga pemerintah serta Perguruan Tinggi saling bekerjasama di dalam melakukan pembinaan bagi usaha ini, salah satunya DPPM UII. DPPM UII merupakan salah satu lembaga di Universitas Islam Indonesia yang antusias dan memiliki kemampuan dalam melakukan pembinaan terhadap UMKM, baik di DIY ataupun di Indonesia. Salah satu kelompok usaha makanan olahan di Desa Harjobinangun, Sleman, DIY yang telah cukup lama menjadi binaan DPPM UII adalah Kelompok Usaha Makanan Olahan Darma Karya. Kelompok usaha ini memiliki sekitar 12 jenis usaha, di antarananya keripik jamur, keripik tempe, jamur krispi, telur asin, keripik bayam, JCO, olahan salak, olahan singkong, abon ikan, abon ayam, ceriping ketela, dan minuman jahe merah. Perkembangan usaha ini sangat pesat karena ada pembinaan manajemen, bantuan alat serta arahan inovasi produk dan strategi pemasaran produk.

 

KAJIAN LITERATUR

            Kajian tentang pengembangan dan permasalahan UMKM (Small Medium Enterprise/SME) dilakukan di beberapa negara. Sebagaimana yang dilakukan oleh Aldaba (2012) yang menemukan bahwa hampir semua UMKM di Asia Tenggara mengalami hambatan yang sama besar untuk mengakses fasilitas keuangan, mengembangkan dukungan teknologi, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal ini membutuhkan dukungan dari pemerintah masing-masing negara baik dari segi kebijakan, landasan hukum, maupun keuangan.

            Perhatian penuh pemerintah bagi UMKM sudah dilakukan oleh pemerintah Afrika Selatan. Dalam penelitian Cant (2012) yang dilakukan di negara tersebut, menyebutkan bahwa sektor UMKM di Afrika Selatan telah menjadi perhatian pemerintah dalam rangka asistensi ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru. Pemerintah berharap sektor UMKM dapat menyediakan 500 ribu lapangan kerja baru setiap tahun untuk 10 tahun kedepan. Penelitian itu juga mengungkapkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kesuksesan bisnis usaha kecil dan menengah dengan strategi pemasaran yang digunakan. Untuk itu tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini adalah menyediakan pelatihan-pelatihan bagi usaha kecil untuk meningkatkan kemampuan strategi marketing yang handal.

            Strategi pemasaran, menurut Suryana, Bayu & Jatnika (2013), memegang peran yang sangat penting bagi perkembangan perusahaan. Penelitian yang mereka dilakukan di Cimahi, Jawa Barat, Indonesia membuktikan hal tersebut. Sebagain besar pemilik UMKM di Cimahi mengetahui bahwa pemasaran, terutama melalui e-commerce dapat meningkatkan penjualan produk yang sangat signifikan. Namun hal ini belum dilakukan oleh semua pemilik usaha, sebabnya adalah kurangnya fasilitas pendukung dan sumberdaya manusia yang dapat memanfaatkan internet sebagai metode promosi yang handal. Inovasi-inovasi demikian yang dibutuhkan oleh usaha mikro, kecil dan menengah agar tetap bisa bertahan di tengah persaingan bisnis yang ketat.

            Analisis penentuan strategi pemasaran menggunakan Grand Matrix SWOT pada penelitian ini bertujuan untuk memilih bagaimana pemasaran yang tepat yang perlu digunakan oleh obyek penelitian. Analisis SWOT sudah banyak digunakan oleh beberapa ahli ekonomi di dunia. Helms & Nixon (2010) pernah melakukan penelitian mengenai penggunaan Analisis SWOT, menurutnya, analisis SWOT akhir-akhir ini banyak digunakan oleh organisisai untuk menentukan langkah dan keputusan apa yang perlu diambil. Lebih jauh lagi, analisis SWOT juga banyak digunakan oleh perusahaan berskala kecil, menengah, dan besar.

PERMASALAHAN

            Perkembangan penjualan produk dari kelompok usaha makanan olahan meskipun cukup baik tetapi juga menghadapi persaingan yang tidak kecil. Usaha sejenis yang terus tumbuh dan menjadi kompetitor menharuskan kelompok usaha Darma Karya harus terus melakukan inovasi produk, mengembangkan strategi pemasaran yang tepat serta memanfatkan perkembangan teknologi yang begitu pesat berkembang. Oleh karena ketatnya persaingan yang ada maka para pelaku usaha ini harus disadarkan bahwa usahanya bukan lagi usaha sampingan sebagai pengisi waktu luang tetapi sudah harus lebih diseriusi untuk dikelola dan dikembangkan secara baik.

 

METODE PENELITIAN

1)  Sumber data, pemberian Kuesioner kepada konsumen dengan jumlah 30 orang

2)  Pengumpulan data:

2.1 Skala linkert, pengukuran jawaban kuesioner

2.2 Uji validitas dan reliabilitas, Sebelum kuesioner diberikan ke konsumen untuk diijawab,    kuesioener terlebih dahulu harus lolos uji Validitas dan Reliablitas.

3)  Variabel penelitian

a)      Variabel internal: merek produk, kualitas produk, penampilan produk, ketersedian produk, pelayanan pemesanan produk, promosi pemasaran, harga, dan citra produk.

b)      Variabel eksternal: daya beli konsumen, perubahan pemasaran, inovasi produk, perrtumbuhan pasar dan kondisi persaingan.

4)  Alat analisis, analisis Grand Matrix SWOT (Srengths, Weaknesses, Opportunities, Threaths).

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

1)   Memberikan bobot (weight) pada masing-masing variabel.

            Nilai bobot dari masig-masing variabel akan memberikan informasi besar kecilnya pengaruh atau seberapa besar arti penting variabel tersebut dilihat dari keseluruhan variabel yang ada. Total bobot dari seluruh variabel adalah 1.

Tabel 1

Bobot Variabel Internal

No

Faktor-faktor

Bobot

1

Merek produk

0,1232

2

Kualitas produk

0,1244

3

Penampilan produk

0,1280

4

Ketersediaan produk di pasar

0,1268

5

Pelayanan pemesanan produk

0,1209

6

Promosi pemasaran

0,1280

7

Harga sesuai kualitas

0,1268

8

Citra produk

0,1220

Total

 

1,0000

sumber: data primer

Tabel 2

Bobot Variabel Eksternal

No

Faktor-faktor

Bobot

1

Daya beli konsumen

0,1841

2

Perubahan pemasaran karena teknologi

0,2690

3

Inovasi produk

0,1912

4

Pertumbuhan pasar

0,1752

5

Kondisi persaingan

0,1805

Total

 

1,0000

sumber: data primer

2)   Menghitung nilai tertimbang (skor) sebagai hasil kali bobot dengan ranking (nilai mean)

        Setelah menghitung nilai rata-rata (mean) dari setiap variabel, baik variabel internal maupun eksternal maka dihitung nlai tertimbang (skor)-nya.

Tabel 3

Skor Variabel Internal

No

Faktor-faktor

Bobot

Ranking

Skor

1

Merek produk

0,1232

2,4670

0,3039

2

Kualitas produk

0,1244

3,2670

0,4064

3

Penampilan produk

0,1280

2,4330

0,3114

4

Ketersediaan produk di pasar

0,1268

3,2670

0,1443

5

Pelayanan pemesana produk

0,1209

3,3000

0,3990

6

Promosi pemasaran

0,1280

3,2330

0,4138

7

Harga sesuai kualitas

0,1268

3,3000

0,4184

8

Citra produk

0,1220

2,8670

0,3498

Total

 

1,0000

24,1340

3,0170

sumber: data primer

Tabel 4

Skor Variabel Eksternal

No

Faktor-faktor

Bobot

Ranking

Skor

1

Daya beli konsumen

0,1841

2,9667

0,5462

2

Perubahan pemasaran karena teknologi

0,2690

2,4670

0,6636

3

Inovasi produk

0,1912

3,3670

0,6438

4

Pertumbuhan pasar

0,1752

2,7670

0,4848

5

Kondisi persaingan

0,1805

3,1000

0,5596

Total

 

1,0000

14,6677

2,8979

sumber: data primer

 

Perumusan Strategi Pemasaran

            Dilihat dari nilai skor analisis data dihasilkan koordinasi produk Darma Karya terletak dari variabel internal di titik 3,0170 dan variabel eksternal di titik 2,8979. Dilihat dari gambar Grand Matrix SWOT, posisi produk Darma Karya berada di kuadran I, yaitu suatu posisi di mana produk Darma Karya memiliki kekuatan dan peluang dalam bisnisnya. Artinya kelompok usaha Darma Karya dapat secara maksimal menggunakan kekuatan yang dimilikinya untuk meraih peluang bisnis yang masih terbuka lebar, agar bisnisnya dapat dikembangkan lebih baik lagi.

Tabel 5

Faktor Internal (Kekuatan dan Kelemahan)

Faktor Internal

Kekuatan

Kelemahan

Produk

Kualitas produk

Merek produk

 

 

Penampilan produk

Distribusi

Ketersediaan produk di pasar

 

 

Pelayanan pemesanan produk

 

Promosi

Promosi pemasaran

 

Harga

Harga sesuai kualitas

 

Citra

Citra produk

 

  sumber: data primer, diolah

 

Tabel 6

Faktor Eksternal (Peluang dan Ancaman)

Faktor Internal

Peluang

Ancaman

Daya beli

Daya beli konsumen

 

Teknologi

 

Perubahan pemasaran

Inovasi

Inovasi produk

 

Pertumbuhan

Pertumbuhan pasar

 

Persaingan

Kondisi persaingan

 

sumber: data primer, diolah

 

REKOMENDASI

1.      Kelompok usaha Darma Karya harus terus memperoleh perhatian dari DPPM UII dan pemerintah daerah melalui Dinas-dinas terkait untuk bisa terus memajukan usaha ini, mengingat manfaat yang banyak dirasakan stakeholder (pemangku kepentingan) dengan perkembangan usaha ini. Manfaat ini baik dilihat dari sisi bisnis, sosial dan ekonomi secara komprehensif. Strategi agresif (strategi pertumbuhan) sebagai hasil kajian ini dapat diterapkan pada Kelompok usaha makanan olahan Darma Karya melalui pengembangan pasar dan pengembangan produk.

2.      Pengembangan pasar (market development) dapat dilakukan dengan melakukan pemasaran ke daerah baru, misalnya masuk ke kabupaten/kota di DIY selain Kabupaten Sleman, dengan memanfaatkan secara optimal kemajuan teknologi, peningkatan pelayanan, serta membangun citra positif produk.

3.      Pengembangang produk (product development) dapat dilakukan dengan terus melakukan inovasi produk, diferensiasi produk serta strategi bukan harga. Konsumen harus terus dapat ditingkatkan nilai tambah yang dirasakan dalam mengkonsumsi produk dari Darma Karya ini.


 

 

Kritikan dalam jurnal

Berdasarkan pemahaman penulis kritikan bahwa:

  1. Judul jurnal sudah sesuai menggambarkan secara isi yang hendak diungkapkan dalam jurnal secara keseluruhan dan judul jurnal juga cukup jelas menyangkut poin penting yang diutarakan.
  2. Isi abstrak tergambar dengan spesifik merepresentasikan isi artikel dan dibuat dengan format yang benar
  3. Tujuan penelitian dipaparkan dengan jelas
  4. Ide/ isu yang diangkat relevan penting karena masih terkait dengan peningkatan mutu bisnis secara nasional
  5. Desain dan metode penelitian sesuai dengan tujuan penelitian
  6. Desain dan metode yang digunakan tidak tergambar dengan jelas dan detail jika sewaktu-waktu penelitian ini diulang.
  7. Tidak ditemukan kesalahan/ error atas fakta dan interpretasi hasil penelitian. Ini selaras dengan kajian teori yang menjelaskan masing-masing tingkat lebih untuk setiap media yang digunakan dan dibuktikan secara real melalui penelitian menunjuk pada hasil yang diharapkan terinterpretasi dengan benar.
  8. Pada bagian pembahasan terhadap hasil/temuan sudah relevan, artinya pembahasan menyangkut masalah yang ingin ditelaah telah menunjuk pada konsep yang relevan.
  9. Dalam penelitian ini peneliti terlihat objektif pada hasil, sesuai dengan pengolahan data yang digunakan.
  10.  Kesimpulan jelas, singkat, padat, dan merefleksikan hasil penelitian.

 

 

Kelebihan Jurnal

  1. Jurnal ini bersifat ilmiah yang berdasarkan langkah-langkah ilmiah
  2. Jurnal ini membahas masalah-masalah dalam dunia bisnis bagian media pengembangan suatu produk agar dapat terus bersaing di dunia bisnis
  3. Jurnal ini dibuat dengan menyoroti kondisi yang kontemporer, sehingga data-data yang disajikan bisa dijadikan rujukan bagi peneliti lainnya.
  4. Cara yang dilakukan untuk pengumpulan data juga sangat efektif, sehingga membuat penilitian ini menjadi lebih unggul
  5. Dengan analisi Grand Matrix SWOT (strength, weaknesses, opportunities) membuat daya penilitian ini menjadi lebih kuat dan terkemuka
  6. Penggunaan kalimat dan kata juga mudah dipahami serta dicerna oleh pembaca. Kata-kata yang sederhana diikuti dengan penjelasan setiap konsep memudahkan pembaca untuk memahami apa yang ingin disampaikan dalam jurnal ini.
  7. Jurnal ini dapat  menjadi tempat pengembangan wacana dan diskusi tentang praktek penelitian suatu usaha.

 

Kelemahan Jurnal      

  1. Acuan dalam jurnal ini masih kurang seperti literatur yang berupa penelitian yang memliki arah dan tujuan yang sama atau menunjuk pada penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya  
  2. Terdapat beberapa singkatan tanpa penjelasan sehingga membuat pembaca sulit untuk memahami isi dari jurnal tersebut
  3. Peneliti juga tidak menyampaikan seberapa besar urgensi permasalahan ini terhadap kehidupan bisnis di lokasi yang diteliti.

 

Saran dan masukan untuk Penelitian Selanjutnya

  1. Dalam penggunaan sumber data, diharapkan sumber data tersebut di klasifikasikan secara jelas, agar objektifitas penelitian tidak diragukan, karena apabila hanya menyebutkan sumber penelitian saja itu menimbulkan banyak pertanyaan. Sumber data khususnya primer harus dijelaskan perannya sebagai apa pada kesehariannya.
  2. Dalam penarikan kesimpulan diharapkan disesuaikan dengan teori yang dipakai. Teori haruslah berdialog dengan masalah yang ditampilkan dalam penelitian. Agar terciptanya konsistensi pembahasan dalam jurnal.
  3. Dalam jurnal perlu ditampilkan penelitian terdahulu sebagai acuan dan referensi bagi pembaca bila ingin membandingkan jurnal satu dengan jurnal lain.