Sistem Peredaran Darah pada Manusia


Sistem Peredaran Darah pada Manusia

Sistem peredaran darah pada manusia (sistem kardiovaskular pada manusia) atau sistem sirkulasi adalah sistem organ yang memungkinkan darah beredar ke seluruh tubuh serta membawa nutrisi (seperti asam amino dan elektrolit), oksigen, karbon dioksida, dan hormon ke sel tubuh untuk memberikan makanan ke sel, melawan penyakit, menstabilkan suhu dan pH, dan mempertahankan homeostasis. Ilmu yang mempelajari aliran darah disebut hemodinamik. Sedangkan ilmu yang mempelajari sifat-sifat aliran darah disebut hemorheologi.
Sistem peredaran darah terdiri dari sistem kardiovaskular yang berfungsi untuk mendistribusikan darah dan sistem limfatik yang mengedarkan getah bening. Kedua sistem tersebut terpisah satu sama lain. Peredaran getah bening memakan waktu yang lebih lama dari peredaran darah. Darah adalah cairan yang terdiri dari plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit yang diedarkan oleh jantung melalui sistem vaskuler vertebrata. Darah membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh dan mengangkut limbah buangan dari jaringan tersebut. Getah bening pada dasarnya adalah hasil daur ulang plasma darah yang berlebih setelah disaring dan dibawa ke sistem limfatik. Sistem kardiovaskular (berasal dari bahasa Latin yang berarti “jantung” dan “pembuluh”) terdiri dari darah, jantung, dan pembuluh darah. Sedangkan getah bening, kelenjar getah bening, dan pembuluh darah bening membentuk sistem limfatik.
Manusia memiliki sistem kardiovaskular tertutup (artinya darah tidak pernah keluar dari jaringan arteri, vena, dan kapiler). Hewan vertebrata juga memiliki sistem kardiovaskular tertutup. Sistem limfatik adalah sistem terbuka karena cairan yang jumlahnya berlebih harus dikembalikan ke darah.
1. Struktur Sistem Peredaran Darah pada Manusia
1.1. Sistem Kardiovaskular
Komponen penting dari sistem kardiovaskular manusia adalah jantung, darah, dan pembuluh darah. Sistem ini mencakup sirkulasi paru-paru yang memberikan oksigen ke darah dan membawa keluar karbon dioksida dan uap air dari tubuh. Orang dewasa rata-rata memiliki sekitar 5 sampai 6 liter darah, itu merupakan 7% dari total berat badan. Sistem pencernaan pada manusia bekerja dengan sistem sirkulasi untuk memberikan nutrisi ke jantung.
Sistem kardiovaskular manusia tertutup yang berarti darah tidak pernah meninggalkan jaringan pembuluh darah. Sebaliknya, oksigen dan nutrisi dapat berdifusi keluar dari lapisan pembuluh darah dan memasuki cairan interstitial. Cairan tersebut kemudian membawa oksigen dan nutrisi ke sel serta membawa karbon dioksida dan limbah keluar dari sel dan masuk ke pembuluh darah. Komponen lain dari sistem peredaran darah adalah sistem limfatik, yang terbuka.
1.2. Darah
Darah adalah jaringan fungsional yang terdiri dari plasma darah dan sel-sel darah. Fungsi utama darah adalah untuk mengangkut sari-sari makanan dan oksigen ke seluruh tubuh serta untuk membawa sisa metabolisme untuk dibuang melalui sistem ekskresi. Darah mengandung plasma darah dan sel darah. Plasma darah adalah cairan yang terdapat di dalam darah yang terdiri dari 91,5% air. Sel darah terdiri dari eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), dan trombosit (keping darah). Fungsi eritrosit adalah sebagai pembawa sari-sari makanan dan oksigen karena mengandung hemoglobin. Fungsi leukosit adalah sebagai antibodi. Sedangkan fungsi trombosit adalah untuk membekukan darah yang keluar dari tubuh karena luka.
1.3. Arteri
potongan melintang arteriArteri (pembuluh nadi) adalah pembuluh darah berdinding tebal yang membawa darah beroksigen dari jantung ke seluruh jaringan tubuh. Dalam gambar anatomi, arteri digambarkan berwarna merah, meskipun tidak benar-benar berwarna merah. Dinding arteri lebih tebal dibandingkan dinding vena dan keduanya terdiri dari tiga lapisan: endothelium (bagian dalam), otot polos dengan serat elastis (bagian tengah), dan jaringan ikat dan serat elastis (bagian luar). Darah mengandung oksigen memasuki arteri setelah keluar dari ventrikel kiri (bilik kiri) melalui katup aorta. Bagian pertama dari arteri adalah aorta yang merupakan arteri terbesar dan memiliki dinding yang tebal. Arteri akan menuju bagian atas tubuh terlebih dahulu baru kemudian ke bagian bawah tubuh.
1.4. Kapiler
Kapiler adalah pembuluh darah yang sangat kecil dengan diameter antara 5-10 mikrometer yang memungkinkan terjadinya pertukaran air, oksigen, karbon dioksida, nutrien, serta limbah dengan sel di sekitarnya. Kapiler hanya terdiri dari satu lapis endothelium dan sebuah membran basal. Arteri pada akhirnya akan bercabang ke bagian-bagian kecil yang disebut arteriol dan kemudian menuju kapiler. Kapiler juga berfungsi membawa darah ke dalam vena.
1.5. Vena
Vena (pembuluh balik) adalah pembuluh darah kecil yang umumnya membawa darah terdeoksigenasi ke jantung dari jaringan. Umumnya vena membawa darah yang mengandung karbon dioksda, namun ada vena umbikalis yang membawa darah beroksigen dari paru-paru ke jantung. Dalam gambar anatomi, vena digambarkan berwarna biru, meskipun tidak benar-benar berwarna biru.
Setelah darah melalui jaringan tubuh, kapiler akan bergabung ke venula dan selanjutnya bergabung ke vena. Semua vena pada akhirnya tergabung menjadi dua vena utama yaitu vena cava superior (dari bagian tubuh diatas jantung) dan vena cava inferior (dari bagian tubuh dibawah jantung). Kedua vena tersebut masuk ke serambi kanan pada jantung.
1.6. Perbedaan Arteri dan Vena
Arteri dan vena memiliki beberapa perbedaan selain kandungan yang terdapat di darah yang dibawanya. Berikut adalah tabel perbedaan arteri dan vena:
Dilihat Dari
Arteri
Vena
Arah
Dari jantung ke seluruh tubuh
Dari seluruh tubuh ke jantung
Letak
Agak ke dalam
Agak keluar bahkan dekat dari kulit
Struktur
Lebih liat dan elastis
Lebih tipis dan tidak elastis
Denyutan
Terasa
Tidak terasa
Tekanan Darah
Lebih tinggi
Lebih rendah
Jika Terluka
Darah akan memancar
Darah akan menetes
Kandungan darah
Oksigen dan sari-sari makanan
Karbon dioksida dan uap air

1.7. Pembuluh Koroner
Oksigen dan nutrisi untuk jantung sendiri dipasok melalui pembuluh koroner. Sistem sirkulasi koroner berfungsi menyediakan pasokan darah untuk otot jantung. Sirkulasi ini berawal dari arteri di dekat aorta yaitu arteri koroner kanan dan arteri koroner kiri. Setelah memberikan suplai oksigen dan nutrisi ke otot jantung, darah kembali ke jantung melalui vena koroner dan menuju atrium kanan.
1.8. Vena Portal
Terdapat aturan umum bahwa aliran darah arteri dari jantung akan menuju ke kapiler yang akan mengarah kembali ke jantung. Vena portal hepatica (terkadang disebut vena porta) adalah pengecualiannya. Vena portal hepatika adalah kumpulan kapiler yang berada di sekitar usus dimana darah menyerap berbagai sari-sari makanan. Vena porta tidak mengarah ke jantung, melainkan ke hati (hepar) untuk memproses sari-sari makanan.
1.9. Jantung
Jantung adalah organ paling vital dalam sistem peredaran darah pada manusia. Jantung memompa darah beroksigen ke seluruh tubuh serta memompa darah terdeoksigenasi (mengandung banyak karbon dioksida) ke paru-paru. Jantung manusia terdiri dari masing-masing satu atrium (serambi) dan ventrikel (bilik). Secara total, jantung manusia terdiri dari empat ruang yaitu serambi kiri, bilik kiri, serambi kanan, dan bilik kanan. Jantung terbungkus oleh kantong perikardium yang terdiri dari dua lembar yaitu lamina panistalis (bagian luar) dan lamina viseralis (menempel pada dinding jantung).
Atrium kanan berada di sebelah kanan atas jantung. Darah yang kembali ke atrium kanan adalah darah terdeoksigenasi (miskin oksigen) dan kemudian menuju ke ventrikel kanan untuk dipompa ke arteri pulmonalis menuju paru-paru. Di paru-paru, karbon dioksida akan dikeluarkan dari darah dan oksigen akan dimasukkan ke dalam darah. Selanjutnya darah akan dibawa ke atrium kiri melalui vena pulmonalis yang selanjutnya dibawa ke ventrikel kiri untuk dipompa menuju aorta dan selanjutnya ke seluruh tubuh. Ventrikel kiri adalah bagian jantung yang terkuat karena harus memompa darah ke seluruh tubuh.
Jantung juga memiliki katup atrioventikuler (valvula bikuspidal) yang berada di antara atrium dan ventrikel jantung. Fungsi katup atrioventikuler adalah untuk mencegah aliran darah pada aorta dan arteri pulmonalis kembali menuju ventrikel selama diastole.
2. Sirkulasi dalam Sistem Peredaran Darah pada Manusia
Terdapat beberapa sirkulasi pada sistem peredaran darah pada manusia. Selain itu, sistem limfatik juga termasuk sirkulasi pada sistem peredaran darah pada manusia.
2.1. Sirkulasi Paru-Paru
Sistem peredaran darah dari paru-paru adalah bagian dari sistem kardiovaskular dimana darah kurang-oksigen dipompa dari jantung, melalui arteri pulmonalis (arteri paru-paru), ke paru-paru untuk mengambil oksigen, dan kembali ke jantung melalui vena pulmonalis (vena paru-paru). Di paru-paru (tepatnya di alveolus) terjadi pertukaran gas antara oksigen dan karbon dioksida. Suplai darah untuk paru-paru sendiri disuplai oleh sirkulasi bronkial.
2.2. Sirkulasi Otak
Otak mendapatkan suplai darah ganda yang berasal dari arteri di bagian depan (arterior) dan belakang (posterior). Arteri arterior memasok darah otak bagian depan. Sedangkan arteri posterior memasok darah ke otak bagian bekang dan batang otak. Sirkulasi dari depan dan belakang akan bergabung di Lingkaran Willis.
2.3. Sirkulasi Ginjal
Sirkulasi ginjal menerima sekitar 20% darah yang dikeluarkan oleh jantung. Ginjal menerima darah dari aorta abdominal dan selanjutnya ke vena kava ascending. Pembuluh ini selain untuk memberikan pasokan oksigen dan nutrisi ke ginjal, sirkulasi ginjal juga berfungsi sebagai tempat penyaringan darah.
2.4. Sistem Limfatik
Sistem limfatik adalah bagian dari sistem peredaran darah. Sistem ini terdiri dari pembuluh limfatik, kapiler getah bening, kelenjar getah bening, dan getah bening. Salah satu fungsi utama sistem limfatik adalah untuk membawa getah bening dan membawanya kembali ke jantung untuk kembali ke sistem kardiovaskular. Fungsi utama lainnya adalah berperan dalam sistem kekebalan tubuh pada manusia.
3. Cara Kerja Sistem Peredaran Darah pada Manusia
Peredaran darah pada manusiaSistem peredaran darah adalah sebuah siklus. Di dalam jantung, darah di vena akan masuk ke serambi kanan (atrium kanan) kemudian menuju bilik kanan (ventrikel kanan) untuk dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Setelah terjadi difusi dan oksigen sudah masuk ke dalam hemoglobin dan karbon dioksida dikeluarkan dari hemoglobin, darah akan dibawa menuju jantung tepatnya serambi kiri (atrium kiri) melalui vena pulmonalis. Disana darah akan dialirkan ke bilik kiri (ventrikel kiri) untuk dipompa ke seluruh tubuh. Beberapa darah memasuki usus untuk mengambil sari-sari makanan dan dibawa ke hati (liver) melalui vena porta hepatica. Ada juga darah yang menuju ke ginjal untuk melakukan penyaringan darah. Sisanya menuju ke seluruh sel di dalam tubuh untuk dilakukan metabolisme. Setelah itu, semua darah yang mengandung sisa metabolisme (karbon dioksida) akan kembali ke jantung melalui vena.
4. Fungsi Sistem Peredaran Darah pada Manusia (Fisiologi Sistem Sirkulasi)
Fungsi utama sistem peredaran darah pada manusia adalah untuk mengedarkan darah yang mengandung oksigen dan sari-sari makanan ke jaringan serta membawa residu berupa karbon dioksida ke paru-paru untuk dibuang ke luar tubuh. Hemoglobin mengikat sekitar 98,5% oksigen di dalam darah. Sisanya diikat oleh cairan darah lain.
Fungsi lain dari sistem peredaran darah adalah untuk menjaga suhu tubuh, mengembalikan sisa metabolisme (seperti karbon dioksida) ke sistem ekskresi, serta mendistribusikan hormon dan sari-sari makanan ke dalam sel.
5. Perkembangan Sistem Peredaran Darah pada Manusia
Perkembangan sistem peredaran darah pada manusia berawal dari proses vaskulogenesis di dalam embrio. Sistem arteri dan vena manusia berkembang di tempat yang berbeda pada embrio. Sistem arteri berkembang terutama dari lengkungan aorta. Sistem vena muncul pada minggu ke-4 sampai ke-8 dari embriogenesis. Sistem sirkulasi pada janin dimulai pada minggu ke-8. Sirkulasi janin yang bekerja tidak melibatkan paru-paru karena pasokan oksigen (dan nutrisi) diperoleh dari ibu melalui plasenta dan tali pusat.
5.1. Perkembangan Arteri pada Manusia
Sistem arteri manusia berasal dari lengkungan aorta dan urat nadi punggung yang mulai terbentuk pada minggu ke-4 dari kehidupan embrio. Lengkungan aorta pertama membentuk arteri maksilaris, lengkungan kedua membentuk arteri stapedial, sedangkan sistem arteri itu sendiri muncul dari lengkungan aorta 3, 4, dan 6. Lengkungan aorta kelima dengan sendirinya menghilang.
Aorta dorsal yang berada di bagian dorsal (punggung) embrio, awalnya terdapat di kedua sisi embrio. Aorta dorsal kemudian membentuk aorta. Pada aorta dorsal terdapat sekitar 30 cabang arteri yang berukurang kecil. Cabang-cabang arteri tersebut membentuk arteri interkostal, arteri pada lengan dan kaki, arteri lumbar, dan arteri sakral lateral.
5.2. Perkembangan Vena pada Manusia
Sistem vena manusia berkembang terutama dari vena vitelin, vena umbilikal, dan vena kardinal.
6. Signifikansi Klinis Sistem Peredaran Darah pada Manusia
Terdapat banyak penyakit yang mempengaruhi sistem peredaran darah termasuk penyakit kardiovaskular dan penyakit limfatik. Ahli jantung adalah tenaga medis spesialis jantung. Ada juga ahli bedah jantung yang mengkhususkan diri dalam operasi pada jantung dan sekitarnya. Ahli bedah vaskuler fokus pada pembedahan pada sistem peredaran darah.

6.1. Penyakit pada Sistem Peredaran Darah pada Manusia
Penyakit yang mempengaruhi sistem peredaran darah disebut penyakit kardiovaskular.
Kebanyakan penyakit ini disebut “penyakit gaya hidup” karena penyakit tersebut berkembang seiring menurunnya kebiasaan berolahragaan, diet yang buruk, kebiasaan merokok, dan makanan yang tidak sehat. Aterosklerosis adalah prekursor (penyebab) utama penyakit ini. Aterosklerosis adalah penyakit yang ditandai dengan adanya plak kecil pada dinding arteri. Plak tersebut dapat tumbuh hingga menyumbat arteri. Ketika arteri tersumbat, maka pasokan oksigen dan nutrisi ke sel tujuan akan terhenti sehingga sel tersebut mati. Penyakit tersebut dapat berlanjut menjadi serangan jantung atau stroke.
Berikut adalah beberapa kelainan atau penyakit pada sistem peredaran darah pada manusia:
Anemia adalah gejala kekurangan hemoglobin atau eritrosit di dalam darah.
Leukemia adalah peningkatan jumlah eritrosit secara tidak terkendali. Leukemia juga disebut kanker darah.
Thalasemia adalah anemia yang disebabkan oleh rusaknya gen pembentuk hemoglobin. Penyakit ini adalah penyakit bawaan.
Varises adalah gejala pelebaran darah pada betis.
Hemofili adalah kelainan dimana darah menjadi sukar membeku.
Penyakit kardiovaskular juga dapat disebabkan oleh bawaan sejak lahir, seperti cacat jantung. Namun, tidak semua kelainan bawaan itu berhubungan langsung dengan penyakit, sebagian besar merupakan variasi anatomi.
6.2. Teknik Pengukuran
Kondisi kesehatan sistem peredaran darah dan bagian-bagiannya dapat diukur dengan berbagai cara baik manual maupun otomatis. Contohnya adalah dengan mengukur denyut jantung dengan bantuan stetoskop dan mengukur tekanan darah dengan sphygomanometer. Ultrasonografi (USG) juga dapat digunakan untuk mengetahui kondisi kesehatan pembuluh darah.
6.3. Operasi pada Sistem Peredaran Darah
Terdapat sejumlah prosedur bedah yang dilakukan pada sistem peredaran darah, yaitu:
Operasi bypass arteri koroner
Stent koroner yang digunakan dalam angioplasty
Bedah vaskuler
Pengupasan vena
7. Sistem Peredaran Darah pada Manusia dalam Sosial dan Budaya
Sejumlah pengobatan alternatif seperti pengobatan Cina memiliki pandangan yang berbeda dalam sistem peredaran darah.
8. Sejarah Penelitian Sistem Peredaran Darah pada Manusia
Tulisan pertama yang diketahui yang membahas tentang sistem peredaran darah ditemukan pada Papirus Ebers (sekitar abad ke-16 SM), sebuah papirus medis Mesir kuno yang berisikan lebih dari 700 resep dan obat. Dalam papirus tersebut telah dikatahui bahwa terdapat sambungan dari jantung ke arteri. Orang Mesir berpikir bahwa udara masuk melalui mulut dan masuk ke paru-paru dan jantung. Kemudian dari jantung, udara menuju ke seluruh tubuh melalui arteri. Meskipun konsep tersebut hanya sebagian yang benar, hal itu merupakan salah satu awal dari pemikiran ilmiah tentang sistem peredaran darah.
Pada abad ke-6 SM, ilmu tentang sirkulasi cairan penting di dalam tubuh telah diketahui oleh Sushruta dalam Ayurveda pada zaman India Kuno. Dia juga telah mengetahui adanya arteri yang dideskripsikan sebagai “saluran”. Katup jantung ditemukan oleh seorang dokter dari sekolah Hippocratean sekitar abad ke-4 SM. Namun fungsinya belum benar-benar dipahami. Karena darah berkumpul pada vena setelah kematian, arteri terlihat kosong. Hal tersebut membuat ahli anatomi kuno menganggap bahwa saluran tersebut dipenuhi oleh udara dan fungsinya sebagai alat transportasi bagi udara.
Seorang dokter asal Yunani, Herophilus telah membedakan arteri dan vena. Seorang ahli anatomi Yunani Erasistratus mengamati bahwa arteri yang dipotong saat hidup akan mengeluarkan darah. Dia menganggap bahwa penyebab udara meninggalkan arteri adalah karena adanya darah yang masuk melalui pembuluh yang sangat kecil diantara vena dan arteri.
Di Roma pada abad ke-2 masehi, seorang dokter (tabib) dari Yunani Galen mengetahui bahwa pembuluh darah membawa darah dan berhasil mengidentifikasi darah pada vena (merah tua) dan arteri (lebih terang) serta mengetahui perbedaan fungsinya. Vena mengambil sari-sari makanan yang berasal dari hati, sedangkan arteri membawa udara yang berasal dari jantung. Darah yang mengalir dari kedua organ tersebut ke seluruh tubuh akan digunakan langsung oleh tubuh dan tidak ada pengembalian darah ke jantung maupun hati.
Galen percaya bahwa darah pada arteri dibuat oleh darah vena yang melewati ventrikel kiri menuju ventrikel kanan melalui sebuah “pori-pori”. Udara masuk ke darah dari paru-paru melalui arteri paru-paru dan kemudian dibawa ke sisi kiri jantung.
Pada tahun 1025, ensiklopedia kedokteran The Canon of Medicine yang ditulis oleh dokter asal Persia, Avicenna (Ibnu Sina) meragukan gagasan orang Yunani tentang keberadaan lubang di bagian septum ventrikel yang dianggap sebagai tempat darah mengalir di antara ventrikel. Meskipun demikian, Avicenna membenarkan teori tentang siklus jantung, fungsi katup, dan sirkulasi darah dalam bukunya yang berjudul Treatise on Pulse. Ia juga memperbaiki teori Galen tentang denyut nadi yang keliru. Ia menyatakan bahwa setiap detak nadit terdiri dari dua gerakan dan dua jeda dan denyut nadi adalah gerakan di jantung dan arteri.
Pada tahun 1242, seorang dokter Arab bernama Ibn al-Nafis, menjadi orang pertama yang menggambarkan proses sirkulasi pada paru-paru dengan tepat. Bahkan ia dianggap sebagai bapak fisiologi peredaran darah. Selain itu, ia juga memiliki wawasan tentang sirkulasi kapiler. Namun, ilmu yang dimiliki Ibn al-Nafis terbatas pada peredaran darah di dalam paru-paru dan tidak di seluruh tubuh.
William Harvey melakukan penelitian dan hasilnya diterbitkan dalam Exercitatio anatomica de Motu Cordis et sanguinis di animalibus pada tahun 1628. Ia menyatakan bahwa ada hubungan langsung antara sistem vena dan arteri di seluruh tubuh dan bukan hanya pada paru-paru. Ia juga berpendapat bahwa denyut jantung menghasilkan sirkulasi darah secara terus menerus. Pernyataan William Harvey berhasil meyakinkan dunia kedokteran. Namun, Harvey tidak dapat mengidentifikasi sistem kapiler yang menghubungkan arteri dan vena. Sistem kapiler tersebut ditemukan oleh Marcello Malpighi pada tahun 1661.
Pada tahun 1956, André Frédéric Cournand, Werner Forßmann dan Dickinson W. Richards dianugerahi Hadiah Nobel Kedokteran atas penemuan mereka mengenai kateterisasi jantung dan perubahan patologis dalam sistem peredaran darah.

Ekonomi Politik Islam

BAB I

PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang

Sesungguhnya persoalan ekonomi sama tuanya dengan keberadaan manusia itu sendiri. Tetapi bukti-bukti konkrit paling awal yang bisa ditelusuri ke belakang hanya hingga masa Yunani Kuno (Deliarnov, 2003: 11). Seperti yang sudah diketahui, kata "ekonomi" sendiri berasal dari penggabungan dua suku kata Yunani: oikos dan nomos, yang berarti pengaturan atau pengelolaan rumah tangga. Istilah tersebut pertama kali digunakan oleh Xenophone, seorang filsuf Yunani.
Pada masa Yunani Kuno sudah ada teori dan pemikiran tentang uang, bunga, jasa tenaga kerja manusia dari perbudakan dan perdagangan. Bukti tentang itu dapat dilihat dari buku Respublika yang ditulis Plato (427-347 SM) sekitar 400 tahun sebelum Masehi (Deliarnov, 2003: 12). Karena dia yang melahirkan pemikiran paling awal tentang perekonomian, maka pemikirannya tentang praktek ekonomi banyak dipelajari orang. Hanya sayang, walau Plato ada membahas masalah-masalah ekonomi, tetapi pembahasan itu tidak dilakukan secara khusus, melainkan sejalan dengan pemikiran tentang bentuk suatu masyarakat sempurna, atau sebuah utopia.
Selama tahun 1960-an dan 1970-an, para pemikir ekonomi sangat tertarik untuk mencoba dan menjelaskan mengapa teori-teori itu berubah melewati waktu dan bagaimana komunitas ilmuwan memilih antara teori-teori persaingan pada fenomena yang sama (Samuels, 2003: 6).
Sistem ekonomi dalam masyarakat di suatu negara pada hakekatnya tercipta sebagai konsekuensi logis dalam pemenuhan kebutuhan dimensi material yang ada di dalam tiap-tiap diri individu, khususnya kebutuhan primer yang meliputi kebutuhan sandang, pangan dan papan. Dalam memenuhi kebutuhan material tiap-tiap individu, maka diciptakan sistem sosial yaitu sistem ekonomi yang berada di bawah regulasi suatu pemerintahan negara.
Sistem ekonomi berfungsi memanajemen barang dan jasa dengan tujuan menciptakan kemakmuran dalam masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan primer. Manajemen barang lebih terkait dengan sumber daya alam (natural resources) baik yang bisa maupun tidak bisa diperbaharui, sedangkan manajemen jasa lebih terkait dengan faktor sumber daya manusia (human resources) tentang sejauh mana kapabilitas dan intelektualitas manusia (human power) dalam memanajemen sub-sub sistem ekonomi. Dalam perkembangann ya banyak bermunculan para pemikir-pemikir ekonomi yang memberikan sumbangsihnya bagi sistem perekonomian suatu negara. Para pemikir ekonomi tersebut memiliki konsep tersendiri walaupun satu sama lain ada keterkaitan. Dari hasil pemikiran ekonomi tersebut maka bermunculanlah mazhab-mazhab atau aliran-aliran dalam bidang ekonomi. Pada kesempatan kali ini kami selaku kelompok satu akan membahas aliran merkantilisme dan aliran liberalisme.

1.2        Rumusan Masalah

a)      Apa yang dimaksud dengan merkantilisme?
b)      Ide pokok apa yang mendasar pada aliran merkantilisme?
c)      Bagaimana pengaruh merkantilisme terhadap dunia?
d)     Apa yang dimaksud dengan liberalisme?
e)      Apa tujuan terjadi perubahan liberalism?


 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1        Pengertian Merkantilisme

Istilah merkantilisme berasal dari kata “merchant” yang berarti pedagang. Menurut paham merkantilis, setiap negara yang berkeingingan untuk maju harus melakukan perdangangan dengan negara lain. Sumber kekayaan negara akan diperoleh melalui surplus perdagangan luar negeri yang akan diterima dalam bentuk emas atau perak. Uang sebagai hasil surplus adalah sumber kekuasaan. Paham merkantilisme ini dianut oleh portugis, spanyol,inggris, prancis, dan belanda. Mereka berdagang sampai ke hindia belanda. Misi perdagangan mereka awalnya adalah memperebutkan rempah-rempah,tetapi untuk mengamankan jalur tersebut mereka akhirnya menjajah.[1]
Ekonomi politik merkantilisme ini juga tidak bisa dilepaskan diri kontelasi global paska perang salib karena ditutupnya laut tengah oleh Turki Usmani dan melarang orang – orang Eropa Kristen berdagang. Faktor ini lalu memicu penjelajahan samudera oleh orang-orang Spanyol dan Portugal. Pelayaran dan pencarian daerah baru ini pertama kali dimotori oleh Christoper Columbus (1451 – 1506 ) yang menemukan benua Amerika. Dia meminta kepada King Ferdinand II (1452 – 1516 ) dan Ratu Isabella ( 1451 -1504) di istana Al Hambira di Granada supaya menyediaan tiga buah kapal untuk petualangnya ke dunia timur. Selain spanyol, pihak Portugal juga telah mempersiapkan kapal –kapal untuk pertualangan ke benua timur, sehingga pecahlah sengketa antara kedua negara tersebut. Sengketa tersebut lalu diselesaikan oleh Paus Alexander VI (1492 – 1503 ).[2]

2.1.1             Ide Pokok Merkantilisme

Merkantilisme merupakan suatu kelompok yang mencerminkan cita-cita dan ideologi kapitalisme komersial, serta pandangan tentang politik kemakmuran suatu negara yang ditujukan untuk memperkuat posisi dan kemakmuran negara melebihi kemakmuran perseorangan. Teori Perdagangan Internasional dari Kaum Merkantilisme berkembang pesat sekitar abad ke-16 berdasar pemikiran mengembangkan ekonomi nasional dan pembangunan ekonomi, dengan mengusahakan jumlah ekspor harus melebihi jumlah impor.
Beberapa ide pokok yang terkandung dalam merkantilisme, dapat dijabarkan dalam beberapa poin, seperti berikut (Sastradipoera, 2001: 12-18) :
•      Emas dan perak, adalah bentuk kekayaan yang khas yang paling banyak disukai, karenanya ekspor logam mulia sangat dilarang;
•      Negara harus mampu mendorong kegiatan ekspor dan memupuk kekayaan dengan jalan merugikan negara lain (tetangga);
•      Dalam kebijakan ekspor-impor, negara harus mencapai surplus sebesar-besarnya;
•      Kolonisasi dan monopolisasi perdagangan harus dilaksanakan secara ketat demi memelihara keabadian kaum koloni agar tunduk dan tergantung pada negara induk;
•      Adanya penentangan atas bea, pajak, dan restriksi intern terhadap mobilitas barang;
•      Penguatan pemerintah pusat untuk menjamin kebijakan merkantilisme dapat berjalan sebagaimana mestinya;
•      Pertumbuhan penduduk yang tinggi disertai sumber daya manusia yang tinggi adalah hal penting guna memenuhi pasokan kepentingan militer dan pengelolaan merkentilisme yang kuat pula.
Merkantilisme pada prinsipnya merupakan suatu paham yang menganggap bahwa penimbunan uang, atau logam mulia yang akan ditempa menjadi uang emas ataupun perak haruslah dijadikan tujuan utama kebijakan nasional. Pada saat merkantilisme lahir, sistem masyarakat pada saat itu berdasarkan feodalisme. Sistem feodal pada dasarnya menanggapi kebutuhan penduduk akan perlindungan terhadap gangguan perampok. Jaminan keselamatan tersebut diberikan oleh para raja terhadap para bangsawan, kerabat, dan bawahannya. Sistem inilah yang melahirkan tuan tanah, bangsawan, kaum petani, dan para vassal yaitu raja-raja kecil yang diharuskan untuk membayar upeti terhadap raja besar. Ketika merkantilisme mulai berkembang, sistem feodalisme yang usang sedikit demi sedikit mulai terkikis, hak-hak istimewa yang dimiliki oleh para tuan tanah dan para bangsawan mulai dihapus, lapisan-lapisan sosial yang melekat pada sistem feodal mulai dihilangkan, cara produksi dan distribusi gaya feodal pun mulai ditinggalkan.
Dengan demikian dalam perdagangan internasional atau perdagangan luar negeri, titik berat politik merkantilisme ditujukan untuk memperbesar ekspor di atas impor, serta kelebihan ekspor dapat dibayar dengan logam mulia. Kebijakan merkantilis lainnya adalah kebijakan dalam usaha untuk monopoli perdagangan dan yang terkait lainnya, dalam usahanya untuk memperoleh daerah-daerah jajahan guna memasarkan hasil industri. Pelopor Teori Merkantilisme antara lain Sir Josiah Child, Thomas Mun, Jean Bodin, Von Hornich dan Jean Baptiste Colbert.

2.1.2             Ciri-ciri Merkantilisme

Sebagai pola fikir paham merkantilisme merupakan suatu sistematika yang cukup menyeluruh dan mencerminkan dasar intelektual yang dianut pada periode 1500 M – 1700 M. Ciri-ciri merkantilisme adalah : Retrisi dalam perdagangan logam mulia yaitu pelarangan perdagangan logam mulia dengan asumsi bahwa emas dan perak merupakan kekayaan yang harus tetap berada di dalam negri, monopoli perdagangan, rugulasi perdagangan, sistem pelayanan,pengembangan wilayah kolonial.[3]
Ciri-ciri lain dari merkantilisme adalah sebagai berikut :
·      Negara adalah satu-satunya penguasa ekonomi
·      Mendapatkan logam mulia (emas) sebanyak-banyaknya menjadi tujuan utama.
·      Meningkatkan perdagangan luar negeri
·      Mengembangkan industri berorientasi ekspor
·      Meningkatkan pertambahan penduduk sebagai tenaga kerja industri
·      Meminta bayaran tunai dalam bentuk emas jika suatu negara mengekspor lebih dari negara lain.
·      Hanya bahan mentah / baku yang diimpor dari negara-negara yang dijajah
·      Mencari negara-negara jajahan untuk mencari kekayaan.

2.1.3             Dampak Merkantilisme Terhadap Dunia

Aliran merkantilisme ini banyak mempengaruhi perekonomian dunia, salah satu contohnya adalah Ekonomi Kerajaan Inggris. Pada waktu itu, ekonomi Kerajaan Inggris semakin meningkat pada zaman Raja Henry VII. Inggris memperoleh keuntungan besar dari perdagangan luar negerinya. Kemudian, merkantilisme mendorong pemerintah untuk menguasai daerah lain yang akan dimanfaatkan sebagai daerah monopoli perdagangannya. Kesuksesan Inggris memanfaatkan daerah-daerah koloninya,  membuat Bangsa Eropa tergiur (Belanda, Perancis dan Spanyol). Tak heran merkantilisme semakin memperluas peperangan antar-bangsa-eropa dalam rangka memperebutkan daerah-daerah koloni di penjuru dunia. Politik merkantilisme ini jugalah yang melahirkan terbentuknya persekutuan dagang masyarakat Eropa, seperti EIC di India dan VOC di Indonesia.
Dengan perkembangan teknologi,  merkantilisme mampu mendukung perubahan bentuk usaha domestic system berubah menjadi manufacture system. Dengan demikian politik ekonomi merkantilisme mendukung berlangsungnya revolusi industri yang berkembang di negara Inggris. Revolusi industri ini juga kemudian mengantarkan kita pada perubahan signifikan dalam sejarah manusia.
Berikut beberapa kesimpulan dari dampak dari merkantilisme dalam sejarah:
1.      Lahirnya kolonialisme imprealisme
2.      Aktifnya perdagangan internasional.
3.      Berkembangnya teknologi-teknologi baru, misalnya Act of Navigation yang sangat membantu perkapalan Inggris, penemuan mesin uap dalam rangka efisiensi produksi membawa Inggris pada revolusi industry.

2.2        Pengertian Liberalisme

Ensiklopedi Britannica 2001 deluxe edition CD-ROM, menjelaskan bahwa kata liberal diambil dari bahasa Latin liber, free. Liberalisme secara etimologis berarti falsafah politik yang menekankan nilai kebebasan individu dan peran negara dalam melindungi hak-hak warganya. Makna senada juga terdapat dalam Wikipedia.
Sebelum tahun 1930-an, aliran pemikiran liberal dari ekonom klasik mendominasi perekonomian global. Dalam aliran klasik mereka meyakini bahwa mekanisme laissez faire (bebas berusaha) dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat secara otomatis dengan tercapainya tingkat kegiatan ekonomi nasional yang optimal (full employment ). Pada suatu saat tertentu GDP mungkin berada di bawah atau di atas tingkat full employment, tetapi kemudian akan segera kembali ke tingkat full employment secara otomatis. Sehingga intervensi pemerintah untuk mempengaruhi kegiatan ekonomi jangka pendek tidak diperlukan. Menurut mereka peran Pemerintah harus dibatasi seminimal mungkin, karena kinerja pihak swasta lebih efisien dari pada pemerintah.[4]
Liberalisme ekonomi muncul sebagai kritik terhadap kontrol politik dan pengaturan permasalahan ekonomi yang menyeluruh, mendominasi pembentukan negara Eropa di abad ke-16 dan ke-17, yakni merkantilisme. Kaum ekonomi liberal menolak teori dan kebijakan yang men-subordinat ekonomi pada politik.
Ringkasnya, kaum ekonomi liberal berpendapat bahwa perekonomian pasar merupakan suatu wilayah otonom dari masyarakat yang berjalan menurut hukum ekonominya sendiri. Pertukaran ekonomi bersifat positive sum game, dan pasar cenderung akan memaksimalisasi keuntungan bagi semua individu, rumah tangga, dan perusahaan yang berpartisipasi dalam pertukaran pasar. Perekonomian merupakan wilayah kerja sama bagi keuntungan timbal balik antar negara dan juga antar individu. Dengan demikian, perekonomian internasional seharusnya didasarkan pada perdagangan bebas. Para ekonomi liberal klasik memandang peran negara seolah-olah meninggalkan pasar sendirian, termasuk pasar internasional dan juga pasar nasional: laissez-faire. Tetapi beberapa kaum ekonomi liberal abad keduapuluh mendukung keterlibatan negara yang meningkat dalam pasar. (Jackson & Sorensen, 1999: 234,236,237-238).

2.2.1             Ciri-ciri Liberalisme

Ciri-ciri lain dari Liberalisme adalah sebagai berikut :
1.      Setiap orang bebas memiliki alat-alat produksi, baik perorangan maupun kelompok
2.      Harga-harga dibentuk di pasar bebas
3.      Kegiatan ekonommi sebagian besar dilakukan oleh swasta
4.      Campur tangan pemerintah sangat sedikit/terbatas
5.      Modal mempunyai perann yang penting dalam kegiatan ekonomi
6.      Adanya kebebasan berusaha dan kebebasan bersaing
7.      Di dorong oleh motif memperoleh laba sebesar-besarnya

2.2.2             Tujuan Liberalisme

Ada opini yang berkembang luas bahwa liberalisme berbeda dari gerakan-gerakan politik lain karena kenyataan bahwa ia menempatkan kepentingan-kepentingan sebagian masyarakat tertentu untuk kepentigan mereka. Penegasan ini sepenuhnya salah. Liberalisme selalu memiliki tujuan kebaikan bagi keseluruhan, bukan hanya kebaikan bagi suatu kelompok tertentu. Inilah yang hendak diungkapkan oleh kaum utilitarian Inggris. Dalam rumusan terkenal mereka, “kebahagiaan terbesar bagi sebanyak mungkin orang.” Secara historis, liberalisme merupakan gerakan politik pertama yang bertujuan mendukung kesejahteraan semua orang, dan bukan hanya kelompok-kelompok tertentu: liberalisme berbeda dari sosialisme (yang juga mengaku memperjuangkan kebaikan semua orang) bukan karena tujuan yang dikejarnya, melainkan karena sarana-sarana yang dipilihnya untuk mencapai tujuan itu. Jika dikatakan bahwa konsekuensi dari sebuah kebijakan liberal adalah, atau pasti akan, menguntungkan kepentingan-kepentingan khusus dari strata tertentu dalam masyarakat, hal ini masih merupakan suatu persoalan yang bisa didiskusikan. [5]




BAB III

PENUTUP

3.1        Kesimpulan

Istilah merkantilisme berasal dari kata “merchant” yang berarti pedagang. Menurut paham merkantilis, setiap negara yang berkeingingan untuk maju harus melakukan perdangangan dengan negara lain. Sumber kekayaan negara akan diperoleh melalui surplus perdagangan luar negeri yang akan diterima dalam bentuk emas atau perak. Uang sebagai hasil surplus adalah sumber kekuasaan. Paham merkantilisme ini dianut oleh portugis, spanyol,inggris, prancis, dan belanda. Mereka berdagang sampai ke hindia belanda. Misi perdagangan mereka awalnya adalah memperebutkan rempah-rempah,tetapi untuk mengamankan jalur tersebut mereka akhirnya menjajah.
Liberalisme berasal dari kata liberal. Kata liberal itu sendiri diambil dari bahasa Latin liber, free. Liberalisme secara etimologis berarti falsafah politik yang menekankan nilai kebebasan individu dan peran negara dalam melindungi hak-hak warganya. Liberalisme ekonomi muncul sebagai kritik terhadap kontrol politik dan pengaturan permasalahan ekonomi yang menyeluruh, mendominasi pembentukan negara Eropa di abad ke-16 dan ke-17, yakni merkantilisme. Kaum ekonomi liberal menolak teori dan kebijakan yang men-subordinat ekonomi pada politik.

Daftar Pustaka

Aida, Ridha. 2005. Liberalisme dan Komunitarianisme: Konsep tentang Individu dan Komunitas.
DEMOKRASI Vol. IV No. 2
Aminah. 2010. Konsepsi Ekonomi Politik. Jakarta: Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Gijsbert Christian Hosang, Lesly. 2011. Pandangan Paradigma Realisme, Liberalisme, dan
Konstruktivisme Terhadap Asean Political Security Community 2015 sebagai Kerjasama Keamanan di Kawasan Asia Tenggara. Depok : Universitas Indonesia.
Handoko, Yunus. 2013.  Pemikiran Ekonomi Politik Taylor, Smith, Marx dan Keynes. Jurnal
JIBEKA Volume 7 No 2 Agustus 2013: 64 – 70
Mahmudi, Ali. 2013. Konsep Ekonomi Politik dalam Perspektif Ibnu Khaldun dan Karl Mark.
Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga
Shalahuddin, Hendri. 2007. Memaknai Liberralisme. INSISTS





[1] Deliarnov. Perkembangan Pemitranaan Ekonomi. Jakarta : PT. Rajagrafindo persada, 2007, Hal 19-20.
[2] Joesoef  Sou’yb. Orientalisme dan islam. Jakarta, Bulan Bintang 1985 hal 60 – 61.
[3] H.S. Kartadjoensa. GATT dan WTO, sistem, forum,  dan lembaga internsional di bidang perdagangan, Jakarta : UI pres, 2002 hal 17-18.
[4] Boediono, Ekonomi Makro, Yogyakarta: BPFE, 1982, hal. 18.
[5] Ludwig von Mises, Liberalism in the Classical Tradition, diterjemahkan oleh Ralph Raico, ed. 3, Irvington –
on – Hudson, NY, 1985, 1-5, 7-13.

Metodologi Penelitian Ekonomi dan Bisnis



Permasalahan untuk Proposal Skripsi Ekonomi Syariah

            Dunia ini memiliki keanekaragaman bahasa dan budaya, bahkan dari segi ekonomi pun setiap negara juga memiliki keanekaragaman tersendiri. Pada dasarnya negara dapat digolongkan menjadi dua kategori, yaitu negara maju dan negara berkembang (sebagian sumber juga menambahkan kategori yang lain, seperti negara terbelakang). Tidak mudah untuk menjadi sebuah negara yang maju karena banyak syarat dan indikasi yang harus dipenuhi oleh suatu negara. Negara yang kaya belum tentu menjadi sebagai negara yang maju, negara tersebut haruslah memenuhi indikasi dan syarat menjadi sebuah negara maju. Ciri-ciri negara maju antara lain : angka pengangguran rendah, pendapatan perkapita tinggi, kemajuan illmu pengetahuan dan teknologi semakin cepat dan pesat, sistem pendidikan yang baik, dan lain sebagainya.
            Pada kesempatan kali ini saya akan mengangkat materi mengenai pendapatan masyarakat dalam proposal skripsi saya, karena negara yang maju memiliki standar hidup relatif tinggi dengan memiliki ekonomi yang merata, dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa negara maju adalah negara yang rakyatnya mempunyai kualitas hidup dan kesejahteraan tingkat tinggi. Dengan memperbaiki pendapatan setiap masyarakat, maka akan membuat negara ini satu langkah lebih maju untuk menjadi sebuah negara yang yang maju, karena dengan ini kita akan memperbaiki kualitas hidup masyarakat menjadi lebih tinggi.
            Pendapatan setiap masyarakat akan mempengaruhi pendapatan nasional, dan pendapatan nasional akan mempengaruhi pendapatan perkapita. Jadi jika pendapat masyarakat tinggi, maka pendapatan nasional akan ikut tinggi dan pendapatan perkapita juga menjadi tinggi. Banyak cara untuk meningkatkan pendapatan setiap masyarakat, salah satunya dengan cara kesadaran masyarakat untuk tidak bergatung pada mencari pekerjaan, melainkan  berani untuk wirausaha, selain wirausaha masyarakat juga perlu bantuan pemerintah dalam hal modal, seperti memberi pembiayaan/pinjaman modal usaha/kredit dengan suku bunga yang kecil.
            Kuta baro merupakan salah satu kecamatan yang ada di aceh besar yang menaungi 52 desa di bawahnya, sumber mata pencarian utama masyarakatnya di sektor pertanian dan perkebunan. Banyak masyarakat kawasan kecamatan kuta baro yang memiliki kesejahteraan hidup rendah, dimana masyarakatnya memiliki rumah yang kecil untuk anggota keluarga yang banyak, bahkan ada beberapa yang memiliki rumah yang kurang layak huni. Selain itu hampir semua kios (terutama kios-kios sayuran) memiliki buku daftar orang yang berhutang di kios mereka. Untuk menambah pendapatan mereka supaya berkecupan untuk sehari-hari, banyak masyarakat kutabaro yang menjadi pekerja yang di upah harian, dan ada juga masyarakat  yang membuka usaha sendiri. Untuk mendapatkan modal agar bisa menjalankan usahanya, banyak masyarakat yang mengambil langkah dengan cara menjual barang/surat berharga mereka, atau mengambil pinjaman/berhutang kepada kerabat mereka, ataupun mengajukan pembiayaan dari bank disekitar untuk membantu modal yang mereka butuhkan. Atas dasar ini saya ingin mengangkat sebuah judul proposal skripsi yang berhubungan dengan pendapatan masyarakat dengan cara pembiayaan dari bank.


Faktor masalah            : pembiayaan/pinjaman modal usaha/kredit dari bank
Masalah                       : pendapatan masyarakat kutabaro